Penis Bengkok dan Testis Besar Sebelah Apakah Berbahaya? Pria Wajib Tahu!

Duniatipskita.com - Salah satu kekhawatiran pria yang kerap kali mengganggu dibenaknya adalah melihat bentuk penis dan buah zakarnya (testis) yang dianggapnya tidak wajar. Kondisi tersebut umumnya berupa bentuk penis yang melengkung atau bengkok dan buah zakar dengan posisi yang tidak simetris atau besar sebelah. Semoga informasi berikut dapat memberi wawasan tentang bahaya atau tidaknya kondisi tersebut.

Penis Bengkok dan Testis Besar Sebelah Apakah Berbahaya?
Penis Bengkok dan Testis Besar Sebelah Apakah Berbahaya?

A. Bentuk penis bengkok / melengkung yang normal dan tidak normal.

Penis yang bengkok biasanya akan terlihat saat ereksi, bagi sebagian masyarakat hal tersebut merupakan kondisi yang umum, karena ukuran dan perlakuan pada penis bervariasi untuk setiap pria. Namun ada beberapa hal yang harus pria ketahui, penis yang bengkok bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya, seperti penyakit Peyronie. Apa itu Peyronie ?? Peyronie adalah suatu kondisi medis yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan parut di dalam penis. Akibatnya, penis jadi melengkung secara tidak normal saat ereksi dan biasanya diiringi rasa sakit sehingga bisa mengganggu seorang pria dalam berhubungan badan.

Inilah  cara membedakan kondisi mana penis bengkok yang dianggap normal dan tidak.

Ciri-ciri penis bengkok saat ereksi yang dianggap normal:


•    Penis selalu bengkok saat menegang. Jika Anda memperhatikan bahwa penis Anda selalu bengkok saat menegang, bahkan semenjak Anda masih remaja tanggung, maka kemungkinan besar Anda memiliki penis bengkok bawaan. Penis bengkok bawaan ini aman-aman saja asalkan tidak disertai oleh rasa sakit saat ereksi, tidak ada bekas luka yang tampak jelas di sepanjang batang penis, dan tidak ada pembengkakan jaringan.

•    Terjadi karena aliran darah yang tidak seimbang. Selama proses ereksi, pembuluh darah dalam penis mengendur dan melebar untuk memungkinkan aliran darah masuk lebih lancar, dan akhirnya terperangkap di bawah tekanan tinggi untuk menciptakan sebuah penis yang menegang. Kelengkungan biasanya terjadi ketika ruangan di dalam penis tidak terisi dan berkembang secara merata.

•    Bengkok karena batang penis yang tidak sama dengan crus. Arah ke mana penis melengkung akan bergantung pada keseimbangan crus ( “pilar” penis di bawah kulit ) dengan batang penis. Artinya, pria dengan crus pendek dan batang penis yang panjang akan cenderung memiliki penis yang berbelok ke atas atau menunjuk lurus. Dalam beberapa kasus, penis juga bisa menukik ke kiri atau ke kanan.

•    Kebanyakan penis memang melengkung. Menurut penelitian medis menunjukkan bahwa hampir 20 persen dari semua pria dilahirkan dengan penis melengkung. Paling sering, ini adalah karena perbedaan normal dalam anatomi penis atau kondisi genetik dari kelainan jaringan fibrosa (kolagen). Gangguan autoimun dan obat-obatan tertentu juga berkontribusi terhadap lekukan junior Anda. Beta blockers yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, misalnya, terkadang dapat menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

•    Beberapa studi menunjukkan bahwa sebagian wanita merasa penis yang bengkok tidak menarik dan tidak menggairahkan. Oleh karena itu, meskipun penis bengkok saat ereksi mungkin tidak memerlukan perawatan medis, banyak pria yang memilih untuk memperbaikinya dengan berbagai metode koreksi, seperti perangkat pemanjang penis yang paling populer digunakan. Ada kalanya bedah plastik mungkin diperlukan.

Ciri penis bengkok saat ereksi yang tidak normal:


•    Penis menukik kebawah seutuhnya. Sebaliknya pada beberapa kasus, seorang pria bisa memiliki lengkungan penis yang lebih menukik dari kebanyakan, yang bisa menandakan penyakit Peyronie. Penis bengkok yang terjadi akibat penyakit Peyronie bisa sangat ekstrim sehingga dapat mencegah penis menegang seutuhnya, dan dapat membuat penetrasi menjadi sulit.

•    Penis dengan bengkok yang tidak wajar. Peyronie sebagian besar memengaruhi pria berusia di atas 40, tapi dapat terjadi di usia berapa pun terutama jika Anda baru saja menyadari bahwa penis ereksi Anda sebelumnya selalu lurus (atau hampir lurus) namun tiba-tiba bengkok menukik tajam atau tampak melengkung lebih parah. Kadang, penyakit Peyronie juga bisa menyebabkan bentuk penis yang aneh saat menegang, seperti jam pasir.

•    Ada pembengkakan atau benjolan di bawah batang penis. Jika Anda juga menyadari adanya pembengkakan atau benjolan keras bawah kulit — seukuran koin — akibat plak yang mengeras dan bersarang di bawah kulit sehingga mengubah kemampuan penis untuk menegang sepenuhnya, Anda bisa saja berurusan dengan penyakit Peyronie. Sayangnya, penumpukan plak ini tidak selalu mudah ditemukan, sehingga dapat sedikit sulit untuk menentukan diagnosis Peyronie dengan hanya berdasarkan pada kemampuan untuk menemukan jaringan asing ini.

•    Merasakan sakit saat ereksi. Beberapa pria dengan kondisi ini bisa mengalami rasa sakit di penis mereka saat ereksi atau orgasme. Pada kasus yang berat, penis bengkok bahkan mungkin dapat sangat terasa sakit saat disentuh. Peyronie dapat membuat berhubungan seks sangat sulit, menyakitkan, atau bahkan mustahil. Penyakit Peyronie mungkin juga menyebabkan disfungsi ereksi.

Apa penyebab penyakit Peyronie?
Penyebab penyakit Peyronie belum dipahami. Faktor risiko untuk kondisi ini termasuk cedera penis saat berhubungan seks dan pembedahan atau pengobatan radiasi untuk kanker prostat. Kondisi ini juga terkait dengan kontraktur Dupuytren, yang merupakan penebalan jaringan seperti kabel di bawah kulit telapak tangan.
Namun, Peyronie juga dapat muncul tanpa penyebab yang jelas. Penyakit Peyronie mungkin juga diturunkan dalam keluarga. Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kasus Anda, tetapi termasuk suntikan steroid, enzim atau saline, atau bahkan operasi.
Ingat, selama ereksi, hubungan seksual, dan ejakulasi Anda normal, penyakit Peyronie tidak mempengaruhi kesuburan maupun produksi sperma Anda. Jika Anda tidak yakin di kategori mana penis bengkok saat ereksi Anda berada, solusi terbaik adalah berkonsultasi dengan ahli urologi, dan kemudian memperoleh opini kedua.

B. Testis besar sebelah yang normal dan tidak normal

Hal berikutnya yang membuat banyak pria khawatir adalah kondisi (buah zakar) testis yang besar. Sebenarnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan, ukuran testis yang tidak sama adalah normal, dan dialami oleh kebanyakan pria. Umumnya, ukuran testis memang tidak simetris, alias tidak sama persis dan tidak sama besar.

Namun, jika buah zakar dan skrotum (kulit pembungkus testis) Anda ukuran satu sama lainnya berbeda secara drastis, tandanya ada beberapa kondisi kesehatan yang mendasari. Sebaiknya, Anda simak dulu penjelasan berikut ini

Kelainan kesehatan yang menyebabkan testis besar sebelah:


1. Varikokel
Varikokel adalah kondisi dimana pelebaran pembuluh darah vena dalam buah zakar, mirip dengan varises yang sering terjadi pada kaki. Fungsi pembuluh vena adalah membawa darah dari sel dan jaringan untuk kembali ke jantung, sehingga sel darah mendapatkan oksigen.
Testis yang mengalami kondisi varikokel harus segera ditangani dengan cara pembedahan. Cukup mmebuat pria khawatir saat mendengar testis harus dibedah tapi itulah solusi terbaik bagi penderita kelainan varikokel. Karena walaupun varikokel tidak terlalu berpengaruh pada kegiatan sehari-hari, tapi bisa menyebabkan ketidaksuburan bagi pria.
Varikokel biasanya terjadi pada salah satu sisi testis, biasanya membuat testis kiri pria menjadi lebih besar. Mengapa bagian testis kiri? Karena vena sering mendapat tekanan lebih besar pada sisi kanan bahkan bisa menyebabkan skrotum pada testis yang letaknya bersebrangan.

2. Torsio testis
Torsio testis adalah kondisi di mana testis terbelit bundel saluran sperma. Testis yang juga sebagai kelenjar reproduksi pria dan penyimpanan sperma, berpengaruh dalam sistem endokrin untuk memproduksi hormon testosteron. Menggantungnya testis disebabkan berkat bundel saluran sperma.
Di samping fungsi tersebut, bundel juga mengandung pembuluh darah dan saraf ke testis dan ke saluran endokrin lain seperti saluran sperma. Belitan oleh tali-tali kristal memotong suplai darah ke dalam testis. Apabila terus terbelit, testis akan terluka dan pastinya ukurannya tidak sama, lalu jadinya testis besar sebelah.

3. Hidrokel testis
Kondisi salah satu testis besar sebelah bisa disebabkan oleh hidrokel testis. Apa itu hidrokel testis? Hidrokel adalah penumpukan cairan yang tidak menyakitkan, di salah satu atau bahkan kedua testis pria, yang menyebabkan skrotum atau area selangkangan membengkak.
Pembengkakan ini mungkin menjadi terlihat dan terasa tidak nyaman, tapi biasanya tidak terasa sakit maupun berbahaya. Gejala hidrokel testis yang bisa diamati adalah munculnya bengkak, atau warna kemerahan pada skrotum, bahkan perasaan tertekan pada dasar penis.

Cara memeriksa testis sendiri:

Pria perlu lebih waspada dan peduli terhadap organ kelaminnya. Maka itu, tiap pria wajib memeriksa testis sendiri secara teratur, setidaknya sebulan sekali, untuk mengetahui kondisi dan rangsangan testis, sehingga kalau ada sesuatu yang janggal seperti sakit atau bengkak, bisa dideteksi lebih dini.

Baca juga:


Berikut anjuran cara pemeriksaan testis yang bisa pria lakukan di rumah:

•    Pertama, copot semua pakaian Anda dan hadapkan seluruh tubuh di depan cermin. Raba dan sentuh bagian testis, dengan mencari adanya bengkak atau penebalan kulit di seluruh bagian testis. Ingat! Testis umumnya tidak selalu sama persis ukurannya. Jadi kalau tidak simetris atau sama persis, itu normal.
•    Sentuh dengan kedua tangan Anda, periksa satu persatu testis dengan teliti. Letakkan jari-jari Anda di belakang skrotum dan ibu jari Anda di bagian atas skrotum. Lalu, tekan lembut testis antara ibu jari dan jari-jari.
•    Jika Anda merasakan urat yang terhubung di sisi atas dan belakang testis, itu disebut epididimis. Epididimis, lebarnya sekitar 2,5 cm dan sensitif pada rangsangan. Tenang saja, itu adalah bagian dari organ penis Anda.
•    Periksa tiap sisi dan bagian dengan lembut, apakah ada rasa sakit, keras, kulit yang menebal, atau benjolan pada testis. Jika terdapat salah satu di antaranya, lebih baik segera periksakan ke dokter kelamin untuk mendapat diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
Demikian ulasan tentang bentuk penis yang melengkung/bengkok dan testis besar sebelah yang dapat dikatakan normal dan tidak normal secara medis. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Penis Bengkok dan Testis Besar Sebelah Apakah Berbahaya? Pria Wajib Tahu!"

Post a Comment